Journal Biastatistics | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics <p>Terima kasih atas kunjungan anda di website Jurnal Biastatistics Departemen Statistika FMIPA Unpad.</p> <p><strong>Jurnal Biastatistics versi elektronik dengan ISSN: xxxxx&nbsp;dan versi cetak dengan ISSN: 1907-6274.</strong><br>Kami juga mengucapkan terima kasih kepada penulis yang telah berkontribusi pada jurnal ini. Kami berharap semoga tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini bermanfaat bagi pembaca dan kami mengharapkan peran aktif pembaca untuk mengirimkan hasil tulisan ke jurnal ini demi perkembangan jurnal ini.<br><br>Penanggung Jawab,<br>Kepala Departemen</p> <p><img src="/public/site/images/admin/tt-kadep.png" width="152" height="101"></p> Departemen Statistika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran en-US Journal Biastatistics | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran 1907-6274 IURAN PROGRAM PENSIUN NORMAL ABCM DENGAN PENDEKATAN PhDP MELALUI RANTAI MARKOV DARI KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI SECARA BERKALA http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/58 <p>Program pensiun normal manfaat pasti atau Accrued Benefit Cost Method (ABCM) adalah program pensiun yang terlebih dahulu menentukan besar manfaat pensiun yang akan dibayarkan kepada peserta dan selanjutnya menentukan besar iuran melalui perhitungan aktuaria. Sa lah satu besaran yang mempengaruhi perhitungan iuran dalam pensiun adalah Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) yang bergantung dari gaji terakhir peserta. Selama ini penentuan PhDP pada saat seseorang akan pensiun diestimasi berdasarkan tabel skala gaji yang telah disediakan sebelumnya. Sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan Rantai Markov sehingga diperoleh matriks peluang transisi dari kenaikan pangkat pegawai yang selanjutnya digunakan dalam mengestimasi gaji pada masa yang akan datang. Akibat perubahan kebijakan dengan mengganti besaran gaji pada saat program pensiun sedang berjalan dari tabel skala gaji menjadi probabilistik melalui Rantai Markov maka perhitungan iuran baru akan memperhitungkan kewajiban tambahan (Supplemental Liability).</p> Achmad Zanbar Soleh Lienda Noviyanti Gatot Riwi Setyanto ##submission.copyrightStatement## 2018-04-19 2018-04-19 11 1 1 11 ANALISIS KORESPONDENSI DATA PENYAKIT JANTUNG http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/59 <p>Informasi tentang penyakit jantung sangat dibutuhkan dewasa ini. Tujuan dari penulisan ini adalah penggunaan analisis korespondensi untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat keparahan penyakit jantung dengan kolesterol, tekanan darah, gula darah puasa, riwayat merokok dan umur. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh pada tahun 2015 dengan jumlah data penderita jantung sebanyak 55 orang. Hasil pada plot analisis korespondensi menunjukkan bahwa tingkat keparahan penyakit jantung dapat berkaitan dengan kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah puasa dan riwayat merokok.</p> Latifah Rahayu Siregar Zurnila Marli Kesuma ##submission.copyrightStatement## 2018-04-19 2018-04-19 11 1 12 18 PERBANDINGAN BEBERAPA METODE KEKAR PADA PENDUGAAN PARAMETER REGRESI LINIER SEDERHANA UNTUK DATA YANG MENGANDUNG PENCILAN http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/68 <p>Analisis regresi adalah alat yang digunakan untuk menduga hubungan antara dua peubah atau lebih. Keberadaan pencilan pada analisis regresi mengakibatkan dugaan parameter yang dihasilkan menjadi tidak valid. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencilan, terutama pencilan terhadap peubah respon adalah menggunakan beberapa metode kekar yaitu penimbang ganda Tu key, simpangan mutlak terkecil, dan metode Theil. Selanjutnya untuk mengetahui keefektifan metode metode tersebut dalam menangani pencilan dilakukan pada kajian simulasi. Simulasi diterapkan pada berbagai ukuran contoh dan persentase pencilan. Kajian simulasi ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa metode penimbang ganda atau biweight Tukey memberikan hasil paling baik <br>dalam menangani pencilan, terutama pada persentase pencilan kurang dari 30% dan pada ukuran contoh 40 dan 100. Biweight Tukey merupakan metode yang menerapkan fungsi objektif dan fungsi penimbang dengan konstanta tuning sebesar 4.685σ. Ketiga metode tersebut juga diterapkan pada dua data riil yang berbeda kasus, serta ada kecenderungan bahwa metode biweight Tukey memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kedua metode lainnya.</p> Riski Apriani Sari Hari Wijayanto Indahwati Indahwati ##submission.copyrightStatement## 2018-04-20 2018-04-20 11 1 33 51 PREMI ASURANSI DENGAN SISTEM BONUS MALUS OPTIMAL http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/69 <p>Sistem Bonus Malus (SBM) adalah sistem penentuanbesaran premi pada periode berikutnya yang didasarkan pada sejarah klaim pemegang polis. Pemegang polis yang pernah mengajukan klaim di periode sebelumnya akan memperoleh kenaikan premi (malus) pada periode berikutnya dan sebaliknya, jika tidak mengajukan klaim maka akan memperoleh penurunan premi (bonus).Biasanya BMS diterapkan pada pemegang polis yang loyal terhadap satu perusahaan asuransi selama beberapa periode. Penelitian ini menggunakan pendekatan bayesian untuk memperoleh fungsi densitas posterior dari parameter rata-rata banyak klaim dan parameter rata-rata besar klaim dari seorang pemegang polis. Selanjutnya besar premi optimal untuk periode berikut nya diperoleh dengan mengasumsikan frekuensi klaim berdistribusi Geometri dan besar klaim berdistribusi Weibull. Bonus dan malus diberikan sesuai dengan lama periode proteksi asuransi, frekuensi klaim, dan juga besar klaim.</p> Lienda Noviyanti Achmad Zanbar Soleh Budhi Handoko ##submission.copyrightStatement## 2018-04-20 2018-04-20 11 1 52 63 MANAJEMEN RESIKO KREDIT TERHADAP PERUSAHAAN PROPERTI DI INDONESIA BERDASARKAN RASIO KEUANGANNYA http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/70 <p>Sistem manajemen resiko merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh para kreditor. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir terjadinya kredit macet pada suatu perusahaan yang telah diberikan kredit. Peluang terjadinya kredit macet akan lebih besar terjadi pada perusahaan dengan kondisi kesehatan keuangan yang buruk dibandingkan dengan perusahaan dengan kondisi kesehatan keuangan yang baik. Kondisi kesehatan suatu perusahaan dapat dilihat dari analisis laporan keuangannya. Salah satu analisis yang dapat dipakai adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan ini terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas perusahaan. Populasi perusahaan kemudian dikelompokkan berdasarkan rasio keuangan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode K-Means Cluster. Metode ini akan mengelompokkan elemen yang memiliki karakteristik yang sama dalam satu kelompok. Terdapat 32 perusahaan properti dalam penelitian ini, 11 perusahaan di antaranya dikelompokkan ke dalam cluster 1, 17 perusahaan dikelompokkan ke dalam cluster 2, dan sisanya 4 perusahaan dikelompokkan ke dalam cluster 3. Dari sudut pandang kreditor, cluster yang paling aman untuk diberikan kredit adalah perusahaan <br>properti yang termasuk ke dalam cluster 1, karena perusahaan pada cluster 1 tersebut memiliki rasio keuangan yang paling baik, terutama untuk rasio likuiditas dan solvabilitas.</p> Samsul Anwar Zulfan Zulfan Radhiah Radhiah ##submission.copyrightStatement## 2018-04-20 2018-04-20 11 1 64 75 MODEL PEMETAAN PENYAKIT DENGAN RESPON GANDA MENGGUNAKAN SEEMINGLY UNRELATED POISSON REGRESSION http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/60 <p>Penyakit menular seperti demam berdarah (DB), cikunginya, TB paru, diare dan penyakit menular lainnya menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Tidak jarang tingginya angka kasus dari setiap penyakit tersebut disebabkan oleh faktor yang sama seperti faktor iklim, kebersihan lingkungan, gaya hidup sehat dan juga vektor yang sama. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh dinas kesehatan sebagai lembaga yang memiliki kewenangan penuh dalam mengontrol penyebaran penyakit menular tersebut. Upaya penanggulangan penyakit menular selama ini dilakukan secara partial untuk masing masing jenis penyakit, sehingga cara ini kurang efektif. Pengontrolan penyakit yang memiliki faktor resiko yang sama seharusnya dapat dilakukan secara simultan melalui pemodelan multiple disease. Penelitian ini mengusulkan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR) untuk memodelkan angka kasus TB Paru dan Diare di Kota Bandung. Hasil analisis menemukan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) paling berpengaruh terhadap tingginya resiko relatif kedua jenis penyakit tersebut.</p> I G N Mindra Jaya Zulhanif Zulhanif Bertho Tantular ##submission.copyrightStatement## 2017-03-01 2017-03-01 11 1 19 32