PREMI ASURANSI DENGAN SISTEM BONUS MALUS OPTIMAL

  • Lienda Noviyanti Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Achmad Zanbar Soleh Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Budhi Handoko Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
Keywords: SBM Optimal, Pendekatan Bayesian, Distribusi Frekuensi Klaim, dan distribusi Besar Klaim

Abstract

Sistem Bonus Malus (SBM) adalah sistem penentuanbesaran premi pada periode berikutnya yang didasarkan pada sejarah klaim pemegang polis. Pemegang polis yang pernah mengajukan klaim di periode sebelumnya akan memperoleh kenaikan premi (malus) pada periode berikutnya dan sebaliknya, jika tidak mengajukan klaim maka akan memperoleh penurunan premi (bonus).Biasanya BMS diterapkan pada pemegang polis yang loyal terhadap satu perusahaan asuransi selama beberapa periode. Penelitian ini menggunakan pendekatan bayesian untuk memperoleh fungsi densitas posterior dari parameter rata-rata banyak klaim dan parameter rata-rata besar klaim dari seorang pemegang polis. Selanjutnya besar premi optimal untuk periode berikut nya diperoleh dengan mengasumsikan frekuensi klaim berdistribusi Geometri dan besar klaim berdistribusi Weibull. Bonus dan malus diberikan sesuai dengan lama periode proteksi asuransi, frekuensi klaim, dan juga besar klaim.

References

[1] Arnold, S. F. (1990). Mathematical Statistics. New Jersey: Prentice Hall.
[2] Frangos, N.E. & Vrontos, S.D. (2001). Design of optimal bonus-malus system with a frequency and a severity component onan individual basis in automobile insurance. ASTIN Bulletin 31, 1-22.
[3] Grandell, J., (1997). Mixed Poisson Prosesses. Chapman and Hall/CRC Statistics and Mathematics. New York
[4] Herzog, T.N. (1996). Introduction to Credibility Theory. Second Edition. ACTEX, Winsted.
[5] Hogg, R. V. dan Craig, A. T., (2005). Introducion to Mathematical Statistics. Ed Ke-6.
[6] Ibiwoyed, A., I.A. Adeleke & S.A. Aduloju. (2011). International Business Research. Vol. 4, No. 4.
[7] Kaas,R., Goovaerts, M., Dhaene, J. & Denuit, M. (2001). Modern actuarial risk theory. Kluwer Academic Publishers, Boston.
[8] Lemaire, J. (1985). Automobile Insurance Actuarial Models. Netherlands: Kluwer-Nijhoff.
[9] Mahmoudvand, R. & Hassani, H. (2009). Generalized Bonus-Malus System with a Frequency and a Severity Component on an Individual Basis in Automobile Insurance. Astin Bulletin. 39(1).
[10] Mert, M., & Saykan, Y. (2005). On a Bonus-Malus System Where The Claim Frequency Distribution is Geometric and The Claim Severity Distribution is Pareto. Hacettepe Journal of Mathematics and Statistics.
[11] Ni, W., Constantinescu, C., & A. Pantelous, A., (2014). Bonus-Malus Systems with Weibull Distribted Claim Severities.Analls of Actuarial Science. Vol. 8. Part 2.
[12] Park, S. C., J. Lemaire, &Chong. (2010) Is the Design of Bonus-Malus Systems Influenced by Insurance Maturity or National Culture - Evidence from Asia? The Geneva Paper. Vol. 15.
[13] Tremblay, L. (1992). Using the Poisson Inverse Gaussian in Bonus-Malus System, Astin Bulletin. 22(1).
Published
2018-04-20
How to Cite
Noviyanti, L., Soleh, A., & Handoko, B. (2018). PREMI ASURANSI DENGAN SISTEM BONUS MALUS OPTIMAL. Journal Biastatistics | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran, 11(1), 52-63. Retrieved from http://biastatistics.statistics.unpad.ac.id/index.php/biastatistics/article/view/69